Header Ads

Kisah Pak Awadh, Bilal Buta yang Bisa Melihat Jalan ke Akhirat




Sadar atau tidak, kadangkala kita selalu mengeluh dalam kehidupan kita. Apa pun yang tidak kena di hati selalu dibuat keluh kesah. Seakan-akan hati ini tidak pernah puas.

Padahal saat berada dalam kondisi itu, kita sebenarnya lupa untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT.

Seperti kisah yang dibagikan Heliza Helmi ini ketika berada di negara Yaman. Serba daif dan kekurangan, bayangkan seorang Bilal yang matanya buta harus berjalan jauh untuk ke masjid.

Video pendek pengalaman Heliza Helmi selama berada di Yaman ini memang sedih, tapi wajib jadi pelajaran bagi yang sudah diberi kenikmatan fisik yang lengkap dan berfungsi dengan baik oleh Allah SWT.

Apa istimewanya Pak Awadh ini?

Pak Awadh ini buta matanya. Rumah Pak Awadh beratapkan pelepah kurma, berlantaikan tanah pasir.

Setiap hari Pak Awadh akan keluar rumah jam 3 pagi. Pergi ke mana? Pak Awadh akan keluar rumah jam 3 pagi untuk pergi ke masjid.

Meski buta, sedini jam 3 pagi sudah berada di masjid dan akan menunggu azan dari masjid lain berkumandang.

Kenapa harus tunggu azan dari masjid lain? Karena Pak Awadh adalah Bilal di daerah Tana'a!

Ya! Karena buta, Bilal Awadh harus menunggu dari masjid lain supaya tahu waktu azan sudah tiba. Allahu Akbar!

Bagaimana Bilal Awadh yang buta ketika pergi masjid? Setiap hari, setiap waktu, selama 10 Tahun ini, seutas tali telah menjadi saksi ulang-alik Bilal Awadh ke masjid.

Berikut ini adalah renungan yang perlu dihamparkan dalam setiap hati seorang Muslim.

Jika Bilal yang tidak nampak jalan ini, nampak jalan ke masjid; jika Bilal Awadh yang rumahnya berlantaikan pasir dan pelepah kurma ini mampu pergi masjid, apa alasan kita tidak pergi ke rumah Allah?

Pak Awadh yang buta ini tidak nampak jalan di dunia. Namun beliau bisa melihat jalan ke akhirat.

Kita bagaimana?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.